-1
-1 points

Ummu Umarah adalah salah seorang sahabiyah dari kalangan wanita, sungguh banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sosok Nusaibah alias Ummu Umarah. Beliau bukanlah sosok perempuan biasa. Kecintaan beliau pada surga menghantarkannya menjadi wanita Anshar pertama yang beriman kepada Rasulullah, istiqamah berjuang demi Islam dengan segenap jiwa dan raganya.

Ummu Umarah si Singa Merah

Sebagai istri, beliau berhasil mendukung perjuangan suami-suaminya dan menghantarkan mereka pada kesyahidan. Sebagai ibu, beliau tampil sebagai teladan dan berhasil mencetak generasi terbaik yang berkontribusi besar pada perjuangan Islam.

Ummu Umarah

Namanya Nusaibah Ummu Umarah, beliau adalah seorang militan muslimah di zaman Rasulullah. Ia bersama para suami dan putranya pun ikut dalam berbagai peristiwa penting, seperti Perang Uhud, Peristiwa Hudaybiah, Perang Khaibar, Hunain dan Yamamah. Pada perang uhud beliau menjadi salah satu pelindung Rasulullah ketika Rasul dikepung oleh para musuh, bahkan Ummu Umarah sampai terkena 13 lebih sayatan pedang, karena keberaniannya ini beliau dijuluki sebagai hamraul asad atau singa merah.

Cita-citanya adalah menjadi tetangga Rasulullah di syurga kelak, sebagaimana permintaan Ummu Umarah ketika selesai perang uhud, “Ya Rasulullah! Mohonlah kepada Allah agar kami boleh menemanimu di syurga nanti,” kata beliau. Maka Rasulullah pun berdoa, “Ya Allah! Jadikanlah mereka semua ini temanku di syurga kelak.

Saat perang melawan Musailamah Al-Kazzab, Hubaib bin Zaid bin Asim yaitu anak Nusaibah tertangkap oleh musuh dan diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi yaitu membunuh dengan cara memutilasi Hubaib menjadi potong-potongan kecil karena tidak mau mengakui Musailamah sebagai nabi baru.

Baca Juga: Tips Membaca Cepat Saat Ujian, Anti Gagal!

Tentu hal ini membuat Nusaibah sangat sedih pada perang berikutnya yaitu perang Yamamah, Ummu Umarah kembali berperang bersama anaknya yaitu Abdullah. Diperang ini Abdullah berhasil membunuh Musailamah Al-Kazzab, sementara Ummu Umarah kehilangan sebelah lengan tangannya dan membawa 12 luka di sekujur tubuhnya.

Kelelahan apa yang sering kita keluhkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah sementara Nusaibah bahkan tidak mengeluh dengan puluhan luka ditubuhnya kelelahan apa yang kita keluhkan untuk berjuang dan melanjutkan perjuangan dakwah Rasulullah. Lalu, mana bukti bahwa kita mencintai Rasulullah lebih dari diri kita sendiri?


Like it? Share with your friends!

-1
-1 points
Nabillah Saraswita<span class="bp-verified-badge"></span>
Saras adalah seorang pahlawan dengan kode 008.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF