0

Menulis buku harian atau sebut saja diary, merupakan salah satu kegiatan yang cukup beken di kalangan anak muda pada era tahun ’90 -’00-an. Ketika seorang remaja lagi galau, lagi jatuh cinta, lagi kena marah mama papa, akan berujung dengan nulis diary. Seolah-olah diary adalah jalan keluar dari segala masalah yang menimpa. Pernah mengalami?

Latar Belakang Menulis Diary

Salah satu kegiatan positif ini dilakukan banyak orang bukan tanpa alasan. Beberapa diantaranya mengaku bahwa hobi ini ia lakukan karena tak punya kawan curhat. “Punya, sih, namun daripada abis dicurhatin dia malah ngasih tau orang lain, mending sama diary aja saya,” begitu kata narasumber A. Selain alasan tidak punya teman curhat yang ‘enak’, menulis diary dilakukan penggunanya sebagai tempat untuk mencatat peristiwa diri, jadi saat sudah menua nanti, ketika ditanya oleh anak cucu, “Mamah waktu muda ngapain aja?” penggunanya tinggal membongkar kembali catatan-catatan lama pada bukunya. Biar disangka nggak gabut-gabut amat pas waktu muda. Malu dong, sama anak cucu. Ya, tapi semoga saja banyak kegiatan positif yang sudah dilakukan selagi masih muda yang tercatat pada buku tersebut, tapi kalau lebih banyak putus cintanya dan nangis-nangisnya sih, siap-siap aja diketawain dua generasi. Selain itu, menulis diary juga dilakukan oleh seseorang sebagai ajang ikut-ikutan tren, nggak mau kalah beken karena pada saat itu, menulis diary adalah kegiatan yang populer di kalangan anak muda. Jadi, sayang banget kalau nggak ikutan.

Peran Diary pada Masa Kini

Waktu telah berganti, tren-tren juga sudah berubah. Dari zamannya MTV, sampai sekarang zamannya FTV berbagai genre sudah berseliweran, peran diary di kehidupan kita juga sudah mulai bergeser nilai dan eksistensinya. Ada kaum yang pro dan kontra akan halnya menulis diary. Bagi kaum pro, kegiatan ini tetaplah kegiatan yang tak lekang oleh waktu, kayak lagunya Kerispatih. Sebab, tujuannya menulis bukan sekedar nggak punya kawan curhat, jadiin arsip hidup, ataupun ikut-ikutan tren, tapi peran kegiatan ini bagi mereka adalah sebagai media healing dari kehidupan yang mulai caur-maur, tempat mereka menepi saat kehidupan berjalan sudah tidak pakai hati. Nah, bagi kaum kontra, kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan cemen yang menye-menye. Menurut mereka, menjalani hidup ini haruslah dengan kekuatan setara Mahabharata, nggak boleh lemah. Tapi, yang lucunya, sebagian dari mereka malah kedapatan curhat di sosial media, kadang dibumbui beberapa kalimat makian dan sumpah serapah, kadang sekedar membuat tulisan galau lalu menyertainya dengan lagu-lagu sedih yang sedang hits dengan latar gorden atau atap kamar.

Lantas, Masih Wajar Nggak, Sih?

Banget. Malah dengan menulis diary, kamu dapat lebih mengenali diri sendiri, tau apa yang membuat senang dan sedih, belajar mempelajari diri sendiri dengan mencari penyebab dan solusi yang dapat kamu pikirkan sembari menuliskan isi diary tersebut. Selain itu, penelitian menunjukan bahwa menulis diary juga dapat meredakan stres dan membantu tidur agar lebih nyenyak. Hal tersebut dapat disebabkan karena dengan menuliskan hal-hal yang positif dapat membuat perasaanmu menjadi lebih tenang dan damai, tubuhmu juga akan menjadi lebih rileks. Dengan begitu, tidurmu akan menjadi lebih berkualitas.

Rajin Menulis Diary = Jadi Penulis?

Tentu saja bisa. Kamu sudah terlatih untuk menuliskan apa-apa yang kamu rasakan. Apa-apa yang terjadi dalam hidupmu, juga apa-apa yang terjadi di hidup orang lain dengan menumpahkannya kedalam buku tersebut. Maka, akan selangkah lebih mudah bagi kamu untuk menuliskan hal-hal lain, misalnya, bisa dimulai dengan menulis cerpen, puisi, senandika, atau bahkan sekedar kumpulan kutipan yang nantinya bisa kamu bukukan menjadi karyamu sendiri. Maka, jika ditanya “Apakah rajin menulis diary bisa membawa kita menjadi seorang penulis?”, jawabannya adalah bisa, asalkan kita punya niat, usaha, dan konsistensi menulis yang di atas rata-rata.

Baca Juga : Mau Cepat Kaya? Jangan Jadi Penulis!


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF