1
1 point

“Kini harus aku lewati, sepi hariku, tanpa dirimu lagi…”

Siapa disini yang gak pernah ngerasain namanya patah hati? Kalau ada, kamu hebat! Untuk yang sedang atau pernah mengalami yang namanya patah hati dan terkurung terus-terusan di zona ini, sampai gak mau makan, gak mau mandi… mending baca buku aja, yuk!

Bicara urusan hati memang gak ada habisnya. Baik saat ia jatuh, maupun patah. Harusnya sih, sama-sama sakit, namun patah hati adalah cerita yang berbeda dibanding jatuh hati. Saat patah hati, rasa-rasanya duniamu berhenti saat itu juga. Bagi sebagian orang yang berada di zona ini, menangis semalaman adalah jalan terbaik. Sebagian lain memilih tidur ataupun memilih melakukan hal-hal yang mendistraksi rasa sedihnya. Salah satu hal positif yang bisa kamu lakukan saat patah hati ialah membaca buku. Tanpa harus meninggalkan kasur ataupun mengeluarkan tenaga berlebih, membaca bisa membuatmu lupa akan rasa sakit yang sedang kamu alami.

Nah, disini kita udah rangkum beberapa buku yang cocok kamu baca kalo lagi patah hati. Yuk, langsung aja kita simak:

1. The Art of Loving – Erich Fromm

Buku ini ditulis oleh Erich Fromm yang merupakan seorang psikolog dan filsuf sosial. Buku ini diterbitkan pada tahun 1956. Lewat buku ini, kamu akan belajar tentang bagaimana proses mencintai adalah seperti mempelajari sebuah seni, baik seni seperti musik, melukis, kerajinan kayu, seni pengobatan, atau rekayasa. Segala teori dan bentuk cinta juga akan dibahas di buku ini, seperti cinta yang pasif-aktif milik hubungan anak dan orangtua, cinta sesama, cinta erotis, cinta-diri, dan cinta pada Tuhan. Bagi kamu yang patah hati, jika membaca buku ini, kamu akan sadar bahwa cinta yang kamu miliki adalah cinta yang tak seharusnya kamu tangisi, karena masih banyak jenis cinta lain yang bisa kamu dapatkan dari sumber yang lain juga, tentunya.

2. Hujan Bulan Juni – Sapardi Joko Damono

Buku yang ditulis oleh almarhum bapak Sapardi, seorang sastrawan legendaris sekaligus dosen Fakultas Sastra di Universitas Indonesia ini merupakan buku yang didalamnya terdapat kisah cinta milik Pingkan dan Sarwono serta lika-liku cinta mereka yang dibangun diatas begitu banyak perbedaan, buku ini juga dibarengi dengan kutipan-kutipan syair yang menyentuh hati, namun juga terlihat sarat arti. Lewat buku ini, kamu akan diajak untuk sibuk berhanyut ria dalam setiap kalimatnya dan melupakan ‘rasa pahitan’ yang sedang kamu rasakan.

3. Arah Langkah – Fiersa Besari

Buku yang ditulis oleh Bung Fiersa ini menceritakan tentang seorang pemuda yang nekat berkeliling Indonesia demi mengobati patah hatinya. Pemuda yang ada dalam buku tersebut tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri. Bermodal keberanian walaupun modal hanya pas-pasan, ditemani dua orang sahabat, bung Fiersa menelusuri keindahan bumi Indonesia dan meninggalkan potret-potret keindahan tempat yang didatanginya kedalam buku ini. Buku ini membuat kamu yang lagi patah hati jadi semangat untuk segera menghapus luka dan segera pergi berkeliling negeri.

4. Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini – Mas Akik

Siapa bilang patah hati harus ditangisi? Buku ini mengajarkan kita bahwa patah hati tak harus melulu nangis mellow dan mengurung diri. Beberapa patah hati cukup dirayakan dengan maki-memaki lantas haha-hihi. Buku ini sebenarnya tak hanya menceritakan tentang patah hati, buku ini juga menceritakan betapa pelik dan menyebalkannya kehidupan sehari-hari. Cocok dibaca untuk kamu kaum patah hati yang tak suka bersedih dan menangis ria.

5. Patah Hati Namun Tetap Bidadari – Bude Sumiyati

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Mojok ini ditulis oleh Bude Sumiyati, bude online kesayangan warganet Indonesia. Konon katanya, buku ini merupakan buku diary bude saat menjalani cita dan cintanya. Buku ini terdiri dari lima bagian, bagian pertama bertajuk “Pernah Patah Hati tapi Tetap Bidadari”. Bagian kedua bertajuk “Jatuh Cinta adalah Salah Satu Caraku Bertamasya”. Bagian ketiga sampai kelima secara berurutan adalah “Jauh dan Berpotensi Rindu”, “Cinta Sejati”, dan “Sayang, Pangan, Papan”. Sama seperti buku karya Mas Akik sebelumnya, buku ini juga mengajak kita untuk menertawakan putus cinta!

Nah, dari kelima buku yang direkomendasikan, buku mana yang paling sesuai untuk mengobati patah hatimu?

Baca Juga : Rajin Menulis Diary, Bisakah Jadi Penulis?


Like it? Share with your friends!

1
1 point

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF