0

Siapa yang tidak ingin menjadi orang kaya nan bergelimang harta? Tentu saja semua akan berkata “ya” jika diberi kesempatan, nasib, dan garis tangan yang mengarahkannya pada sebuah jalur menuju status sebagai orang kaya. Namun, kalau kamu punya cita-cita sebagai penulis, sepertinya harus ditambah terlebih dahulu kadar kesabarannya ya, karena cita-cita sebagai orang kaya nan bergelimang harta akan selangkah lebih jauh dari yang diharapkan. Ingin cepat kaya lewat jalur penulis adalah sebuah kekeliruan. Loh, mengapa demikian?

Berniat menjadi penulis artinya kamu harus bersedia berkutat di depan layar monitor lebih lama daripada biasanya. Belum lagi saat mencari bahan dan referensi, kehabisan ide, mengaitkan antar paragrafnya agar saling berkesinambungan. Lalu kehabisan ide lagi, proses editing, memperindah tampilan tulisan, hingga sampai pada tahapan publikasi.

Penulis di Mata Orang Lain

Beberapa orang yang belum terlalu explore mengenai dunia kepenulisan menganggap menjadi penulis adalah pekerjaan yang mudah dan tidak ada sulit-sulitnya, sehingga cenderung meremehkan pekerjaan tersebut dan kurang menghargai proses penulis dalam menciptakan sebuah tulisan yang enak dibaca. Padahal jika ditelisik lebih dalam, untuk menghasilkan sebuah karya yang luar biasa dan berkesan bagi pembaca butuh begitu banyak usaha. Ada jam tidur yang berantakan, kantung mata yang menebal, dan perut yang keroncongan jika terlalu larut dalam menyelesaikan sebuah tulisan. Belum lagi tagihan listrik dan uang buat beli kuota yang nggak boleh absen diperhitungkan. Nah, syukur-syukur, itu tulisan banyak yang suka, kalau tidak? Hayo, bagaimana?

Lantas, bisakah kita kaya raya dengan menjadi penulis?

Setelah dilakukan mini riset terkait jumlah penulis yang kaya raya berkat tulisannya yang booming, digemari, dan mendapatkan predikat best-seller, bahkan sampai diangkat ke dalam bentuk film di Indonesia yang terbilang tidak terlalu banyak dibandingkan dengan penulis yang berhasil menerbitkan buku lalu nasib keuangannya tetap masih biasa-biasa saja. Penyebabnya, kemungkinan karena kurang strategi dalam pemasaran karya, isi konten yang belum tepat sasaran, bahkan pembagian royalti yang kurang menjanjikan. Memang, tidak menutup kemungkinan jika nantinya kamu bisa menjadi kaya raya seperti Raditya Dika, Andrea Hirata, bahkan J.K Rowling sekalipun. Hanya saja, usaha yang kamu lakukan juga harus sebesar dan sekeras mereka. Amunisi dan tekad untuk menjadi penulis yang ‘serius’ juga harus diasah agar semakin runcing dan kian menajam kedepannya.

Pada akhirnya, semuanya kembali lagi ke diri kita masing-masing. Apakah tekadmu masih bulat sempurna untuk mewujudkan cita-cita sebagai orang kaya lewat jalur penulis?

Baca Juga : Mari Berteman Baik dengan Writer’s Block, Jangan Dimusuhin!


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF