0
Bagi kamu seorang pecinta buku, aroma buku mungkin menjadi salah satu aroma yang paling kamu cintai. Aroma yang keluar dari buku tersebut dengan seketika dapat membuatmu tenang. Tapi, kamu pernah berpikir nggak, mengapa ya aroma buku tersebut bisa membuatmu candu?

Aroma buku disebut juga dengan bibliosmia. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yang berarti bau atau aroma buku. Dilansir dari doktersehat.com, pakar kesehatan menyebutkan bahwa buku yang sudah lama memiliki bau yang berasal dari senyawa kimia yang terdapat dalam tinta, kertas, atau pengikat buku. Kertas  yang dibuat dari bubur kayu kaya akan senyawa organik yang bisa bereaksi pada kelembaban, panas, dan cahaya. Senyawa kimia yang bertanggungjawab atas wangi tersebut adalah benzaldehida, vanilin, etil heksanol, toluena, dan etil benzena. Saat senyawa ini mulai terurai, maka akan keluar senyawa bernama organic volatile (VOC) yang sangat mudah menguap dan akhirnya kita hirup.

Apa itu Bibliosmia? - Quora

Selain karena senyawa-senyawa yang terurai, proses pembuatan buku juga turut dapat memengaruhi aroma buku tersebut. Lebih dari itu, hidung juga memegang peranan yang penting untuk menjadi alasan bagi seseorang menyukai bau buku. Hidung terikat langsung ke sistem limbik yang bertanggung jawab atas emosi kita. Hal ini juga yang menyebabkan bau merupakan salah satu cara terkuat untuk memicu ingatan. Sehingga kenangan seperti rasa senang untuk membaca datang kembali dari masa lalu. 

Aroma suatu buku kadang tercium seperti seperti bau kayu, cokelat, kopi, vanila, dan lain-lain. Selain itu, hal unik yang perlu diketahui adalah aroma buku juga turut menentukan kapan dan bagaimana buku tersebut diproduksi. Biasanya, buku tua akan memiliki aroma khas dan berbeda dengan buku-buku yang sekarang berada di toko atau percetakan buku.

Menariknya, UNESCO juga telah menetapkan bau buku sebagai aroma warisan tak benda. Hal ini dilaporkan dalam makalah yang berjudul Smell of heritage: a framework for the identification, analysis and archival of historic odours.

Dilansir dari Rd.com, terdapat sebuah studi yang dilakukan oleh University College London yang meneliti VOCs dari novel Prancis tahun 1928 di sebuah toko buku. Para relawan diminta untuk mencium aroma buku-buku tersebut dengan mata tertutup, lalu para relawan diperintahkan untuk menggambarkan bau dari buku lama tersebut, dan lebih dari sepertiga dari 79 orang mengatakan bahwa buku lama tersebut mirip dengan keharuman cokelat, kedua terbanyak mengatakan baunya mirip kopi.

Ternyata, aroma cokelat serta kopi yang tercium berasal dari fermentasi atau pembusukan, atau proses senyawa kimia yang terpanggang yang disebut dengan lignin dan selulosa yang terdapat di dalam proses pembusukan kertas.

Namun, apakah kecanduan mencium aroma buku ini berbahaya?

Kamu tidak perlu khawatir, karena ternyata tidak ada efek samping apapun yang ditimbulkan dari kecanduan mencium aroma buku. Namun, yang perlu diperhatikan adalah potensi masalah yang bisa timbul lebih pada jika yang kamu hirup adalah buku lama yang tidak terawat, sering berada di gudang, kardus yang kotor atau semacamnya. Hal ini berkaitan dengan jamur, parasit, bakteri atau kuman, debu dan lainnya yang mungkin saja terhirup olehmu.

Jadi, apakah kamu salah satu pembaca yang mencintai aroma buku?

Baca Juga: Kumpulan Buku-Buku yang Haram Dibaca Fresh Graduate

Referensi:


Like it? Share with your friends!

0
Diva Vania<span class="bp-verified-badge"></span>

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF