8
8 points

Banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi penulis. Tetapi, banyak juga orang yang bingung dari mana harus memulainya. Kamu salah satunya? Coba simak ulasan berikut supaya Kamu nggak bingung lagi!

Dalam sebuah forum diskusi pada kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional tahun 2012, seorang peserta bertanya pada seorang sastrawan yang juga merupakan  juri dalam kegiatan tersebut.

”Pak, bagaimana caranya menjadi seorang penulis? Langkah apa yang pertama kali harus dilakukan?”

Sastrawan itu tersenyum lalu memberikan jawaban singkat, “Mau jadi penulis? Yaudah, tulis aja apa yang mau Kamu tulis.”

Peserta yang merupakan siswi SMA itu kaget mendengar jawaban yang didapat. Ia terdiam sejenak.

Sastrawan tersebut kembali menambahkan, “Kalau kita mau jadi penulis, maka mulailah menulis. Tulis aja dulu. Urusan tulisannya bagus atau tidak, urusan belakangan, masih bisa terus dipelajari tekniknya. Banyak orang yang mau jadi penulis, tapi hanya banyak bertanya teorinya, lalu tak menulis sama sekali. Kalau tidak mulai menulis, sampai kapan pun tidak akan bisa jadi penulis.”

Jawaban sastrawan tersebut mulanya singkat,  terlihat sederhana dan mungkin sudah biasa kita dengar. Tetapi kalau direnungi lebih dalam, poin yang disampaikan merupakan kunci utama dan langkah awal untuk menjadi seorang penulis.

Tulis Aja Dulu

Mulai menulis, inilah sebenarnya kunci utama dan langkah awal untuk menjadi penulis yang sering kali diabaikan oleh banyak orang.

Banyak orang yang bersemangat ingin menjadi penulis, kemudian ikut seminar kepenulisan ke sana kemari untuk mendapatkan teori dan motivasi seputar kepenulisan. Namun setelah selesai mengikuti seminar kepenulisan tersebut, nyatanya ia tidak kunjung menulis juga. Alasannya takut tulisannya jelek, tidak percaya diri, takut tidak ada yang mau baca atau bahkan berdalih dengan alasan bingung harus menuliskan apa.

Padahal, tidak ada karya pertama yang sempurna. Bahkan seorang penulis terkenal sekalipun yang sudah terlatih menulis puluhan buku juga masih mendapatkan revisi terhadap naskah-naskahnya dari editor sebelum pada akhirnya naskah tersebut naik cetak di penerbit.

Maka jika karya pertamamu banyak kurangnya, tidak apa-apa. Jangan takut dan berkecil hati! Karya pertamamu yang tidak sempurna itu masih bisa direvisi lagi kemudian, diperiksa kembali pilihan-pilihan katanya hingga menjadi kalimat yang lebih enak dibaca. Kalau Kamu rajin berlatih, tulisan-tulisanmu akan mengalami progres seiring Kamu berproses.

Jika Kamu kebingungan mencari ide tulisan, cobalah mulai menuliskan apa saja yang saat itu Kamu pikirkan. Contoh paling sederhananya ialah Kamu bisa mencoba memulainya dengan menulis jurnal harian. Iya, sesederhana itu! Deskripsikan saja aktivitas harianmu mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga  peristiwa apa yang paling Kamu ingat di hari itu.

Bermula dari tulisan yang sederhana, perlahan Kamu akan menemukan ide-ide yang bisa dieksplorasi untuk dijadikan bahan tulisan selanjutnya. Hal yang paling penting adalah Kamu berani mulai menulis, membiasakan diri untuk merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang punya makna.

Menulis itu tentang proses, butuh waktu untuk berlatih hingga mahir. Maka jika Kamu tidak memulainya saat ini, berapa banyak waktu yang ingin Kamu habiskan untuk menunda awal prosesmu?

Yuk tulis aja dulu! Kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika tidak pernah berani mencoba melakukannya. Mulai aja dulu, pelan-pelan akan ketemu arah dan jalannya kemudian.


Like it? Share with your friends!

8
8 points
Tengku Novenia Yahya<span class="bp-verified-badge"></span>
"Kontemplasi lewat kata" | Penulis Buku "Renung" - tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF