1
1 share, 1 point

Fiersa Besari adalah seorang penulis sekaligus musisi. Sebagai seorang penulis ia telah melahirkan enam novel. Sebelum melahirkan beberapa novel yang terkenal seperti Catatan Juang, Konspirasi Alam Semesta, ataupun Garis Waktu, dunia musik telah lebih dahulu membesarkan namanya.

Pada tahun 2013 nama Fiersa Besari mulai terkenal di industri permusikan. Tapi di tahun yang sama pula ia memutuskan untuk vakum dari dunia musik dan memutuskan untuk berpetualang menjelajah nusantara. Nah, dalam petualangan menjelajah nusantara ia sempat singgah di Masohi yaitu salah satu tempat yang ada di Maluku. Di sana ia banyak berdiskusi dengan mahasiswa, salah satunya adalah Epot.

Dari Epot, Fiersa mengaku banyak menemukan insight baru tentang dunia dan saat perjalanan pulang menuju Makassar, Epot memberikan sebuah novel yang berjudul Anak Semua Bangsa karya Pramoediya Anantatoer. Selama perjalanan dari Maluku menuju Makassar menggunakan kapal Pelni Fiersa membaca buku yang diberikan oleh sahabatnya itu.

Dalam perjalanan itu Fiersa menyadari hal yang sangat penting, bahwa satu-satunya yang bisa menyelamatkan kita dari kebosanan adalah dengan membaca buku. Meskipun, terdapat android, radio tetap saja dalam sebuah perjalanan panjang di mana listrik tidak ada ataupun sinyal hilang hanya buku yang bisa dijadikan penghilang rasa bosan.

Ketika ditanya kenapa menulis? Maka Fiersa mengaku jawabannya cukup sederhana. Seperti mengapa ia membuat video? Kenapa ia memotret? dan kenapa ia bermain musik?

Alasan Fiersa Besari Menulis

Jawaban dari Fiersa adalah “Saya ingin mengabadikan, karena saya tahu manusia itu sangat pelupa. Ada bagian dari diri saya yang egois yang sangat takut dilupakan oleh orang lain dan saya takut sekali melupakan segala sesuatu, jadi saya mengabadikan momentum-momentum tersebut dalam sebuah tulisan”.

Menurutnya, pertanyaan bagaimana menjadi seorang penulis adalah pertanyaan yang hanya diajukan oleh orang-orang yang kurang membaca buku karena semakin banyak kita membaca buku maka akan semakin banyak yang ingin kita keluarkan dari pikiran dan juga hati kita.

Pesan terakhir dari Fiersa Besari adalah “Membacalah untuk tahu apa saja yang ada di masa lalu, dan menulislah untuk memberi tahu pada mereka yang ada di masa depan. Jangan hanya ingin diterbitkan. Jangan hanya ingin terkenal. Itu cuma akibat, bukan tujuan. Jangan berhenti menulis. Jangan berhenti mengabadikan. Salam aksara, salam lestari, Fiersa Besari”.

Jadi sekarang kamu sudah semakin siap untuk menjadi penulis?

Baca Juga: 5 Dosa Penulis Pemula Menurut Asma Nadia


Like it? Share with your friends!

1
1 share, 1 point
Nabillah Saraswita<span class="bp-verified-badge"></span>
Saras adalah seorang pahlawan dengan kode 008.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF