0

Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

Pramoedya Ananta Toer

Jika kita kembali flashback ke masa lalu, dan ditanya perihal siapa yang mau membuat buku? Akan ada banyak tangan yang mengacung ketas. Kemudian, jika ditanya siapa yang sudah mulai menulis? Mungkin hanya akan tersisa beberapa tangan yang masih mengacung di atas atau bahkan tidak ada sama sekali.

Fakta di lapangan memang seperti itu, banyak sekali manusia yang mau dan memiliki keinginan menjadi seorang penulis dan menerbitkan sebuah buku. Tapi, lagi-lagi keinginan ini hanya menjadi isapan jempol belaka karena sulitnya menjadi seorang penulis.

silver MacBook showing application

Memang menjadi seorang penulis bukanlah hal yang mustahil bagi setiap orang, ia hanya membutuhkan waktu yang lama, perjalanan yang cukup panjang dan konsistensi yang kuat. Karena itu, perjalanan menjadi seorang penulis bukanlah hal yang mudah untuk dijalani.

keinginan jika tidak di barengi dengan tindakan nyata (aksi) hanya akan menjadi sebuah hayalan belaka. Sehingga menjadi penulis pun seharusnya dibarengi dengan aksi untuk konsisten menulis.

Bertanya mengenai apa saja sebenarnya tips menjadi seorang penulis yang konsisten, maka tidak ada rumus yang tepat dan paling mujarab selain “menulis” yups! Rumusnya hanya satu yaitu menulis. Bagaimana mungkin seorang penulis ingin menjadi penulis yang epic tapi jarang menulis?

person in black adidas cap sitting on bench writing on notebook

Bahkan jika ada yang membuat challenge 30 hari konsisten menulis, lalu setelah 30 hari loyo-loyo. Komitmennya untuk menjadi seorang penulis perlu dipertanyakan. Menulislah, walau hanya sebait syair, menulislah walau tidak ada yang membaca, menulislah walau sibuk sepanjang hari.

Maan saara ala darbi washala. Sebuah konsistensi mengalahkan ketidakmungkinan

Memegang teguh sebuah komitmen juga bukanlah hal yang mudah termasuk untuk komitmen dalam menulis. Setidaknya menulislah dengan jujur dari hati tanpa takut kritikan, menulis secara jujur akan membuat pena kamu menari-nari dengan begitu lancarnya di atas kertas.

Akan membuat ide demi ide kreatif datang begitu saja. Deras layaknya air terjun. Tanpa ada hambatan sedikitpun. Bahkan, kadangkala menulis dengan jujur dapat membuat tulisanmu mengalir dengan baik sendirinya meski tanpa kamu lakukan penyuntingan.

Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya ke atas kertas. Jangan melakukan koreksi atau menulis ulang sebelum semuanya habis kamu tuliskan.

John Steinbeck

man typing on keyboard inside room

Layakanya makan yang menjadi kebutuhan, maka jadikan menulis bagian dari kebutuhan hidup. Setiap hari kita merasa lapar, setiap hari kita makan. Setiap hari kita bernafas, setiap hari pula kita menulis. Setiap orang sering kali dipengaruhi mood, tapi mau bagaimanapun keadaan mood kita dapat dipastikan kita akan tetap makan karena kita butuh. Menulis pun seharusnya seperti itu.

Jangan terburu-buru, untuk menjadi seorang penulis yang hebat dibutuhkan waktu dan proses yang lama serta perjalanan yang tidak mudah. Tidak ada resep instan menjadi seorang penulis. Perlahan-lahan tapi pasti, dengan konsisten menulis, juga akan meningkatkan kemampuan penulisan dan menjadikan tulisan yang dibuat semakin baik.

Jangan menunggu. Tidak akan pernah ada waktu yang tepat. Mulailah di mana pun kamu berada, dan bekerja dengan alat apa pun yang kamu miliki. Peralatan yang lebih baik akan ditemukan ketika kamu melangkah.

Napoleon Hill

Jadi, mulailah untuk menulis.


Like it? Share with your friends!

0
Nabillah Saraswita<span class="bp-verified-badge"></span>
Saras adalah seorang pahlawan dengan kode 008.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF