0

Pernah nggak ketika kamu sedang menulis sesuatu, baik untuk kepentingan konten, tugas, maupun urusan-urusan lainnya tapi malah berhenti di tengah jalan saat sedang asik-asiknya karena bingung mau menuliskan apalagi di bagian selanjutnya? Kalau pernah, kita sama. Ya, selamat! Kamu sedang berada dalam kondisi Writer’s Block.

Apa itu Writer’s Block?

Writer’s Block adalah kondisi di mana penulis tidak dapat menuliskan apapun, bahkan untuk melanjutkan sebuah tulisan atau menulis sesuatu yang baru akan terasa sangat sulit. Penulis sekelas J.K. Rowling pun  pernah berada dalam kondisi ini saat ia sedang menulis buku best-sellernya, Harry Potter. Usut punya usut, ternyata istilah writer’s block memang sudah ada semenjak tahun 1970 saat seorang psikolog klinis bernama Jerome Singer dan Michael Barrios tiba-tiba kepikiran buat mencari tahu lebih lanjut mengenai fenomena ini. Setelah dipelajari lebih lanjut oleh Pak Jerome dan Pak Michael, ternyata ada empat penyebab writer’s block yang selama ini menghantui kita saat sedang menulis, yaitu:

  1. Mengkritikd diri dengan sangat keras
  2. Takut kalah saing dengan penulis lain
  3. Haus motivasi eksternal (haus pujian dan perhatian)
  4. Haus motivasi internal (keinginan menceritakan kisah seseorang)

Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang juga memicu timbulnya writer’s block, misalnya karena kelelahan, banyaknya distraksi yang didapat, tekanan, dan perfeksionisme berlebih.

Apasih Tanda-Tanda Kamu sedang Mengalami Writer’s Block?

1. Kesulitan untuk Fokus

Saat menulis, kamu akan mengalami pemecahan konsentrasi yang meningkatkan kemungkinan di mana tulisan yang sedang kamu kerjakan jadi stuck di situ saja dan tidak mengalami penambahan yang berarti, penyebabnya ya itu, pikiranmu berkelana entah kemana padahal ada tulisan yang harus diselesaikan di depan mata.

2. Tak Menemukan Inspirasi

Kalau kamu sudah berkali-kali mencari inspirasi kesana kemari dengan harapan mendapatkan bahan tulisan, namun tak kunjung ada yang mengena di hati, maka kamu sudah terkena indikasi mengalami writer’s block.

3. Dilanda Brain Fog

Istilah Brain Fog atau kabut otak seperti yang dilansir di laman healthline, bukanlah kondisi medis itu sendiri, melainkan gejala kondisi medis yang mengarah pada disfungsi kognitif yang melibatkan masalah pada memori, kondisi mental yang kurang jernih, konsentrasi yang buruk, dan ketidakmampuan untuk fokus.

4. Mengalami Burn Out

Tak jarang pula saat seseorang kehabisan ide untuk menulis dan berada pada titik di mana ia merasa benar-benar buntu bahkan timbul stres saat mengerjakan sesuatu yang biasa ia lakukan. Hal ini dapat dipicu oleh tekanan dari pekerjaan atau tugas yang diberikan, ketidakmampuan untuk menentukan skala prioritas, dan tak ketinggalan karena kondisi fisik dan mental yang tidak baik-baik saja. Pada keadaan seperti ini, akan sulit bagi seseorang untuk melanjutkan tulisannya, bahkan untuk sekedar berpikir dengan jernih dalam keadaan normal saja butuh waktu dan usaha.

Terus, Gimana dong Cara Mengatasinya?

Kalau kamu sudah memenuhi sekian tanda-tanda writer’s block seperti yang dijelaskan sebelumnya, saatnya kamu mencari cara agar keluar dan berhasil survive dari writer’s block, karena tentu kamu enggak mau kalau terus-terusan enggak produktif dalam menulis, bukan? Nah, beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi writer’s block adalah sebagai berikut:

1. Lakukan Kegiatan selain Menulis

Barangkali waktunya bisa kamu pakai buat sepedaan, bercocoktanam, membantu orangtua, teman, tetangga, nonton Youtube, Netflix, IndoXXI, bahkan Ikatan Cinta. Setelah melakukan kegiatan tersebut, peluang kamu mendapatkan ide baru juga semakin meningkat.

2. Tata Ulang Meja Belajarmu

Kemungkinan alam bawah sadarmu memberikan sinyal kalau meja belajar atau meja kerjamu sudah amburadul dan sudah saatnya dirapikan agar sedap dipandang mata. Tak hanya sedap dipandang mata, kalau kamu mau cari sesuatu diatas meja sana juga lebih mudah, dan dengan lingkungan yang rapi dan tertata. Secara tidak langsung hal tersebut dapat mengurangi stressor (penyebab stress) yang sedang kamu alami, loh!

3. Ambil Jatah Rehat Sejenak

Kamu tampaknya terlalu banyak berpikir dan bekerja, coba menepi sejenak, tarik napas dalam-dalam, dan jangan lupa dikeluarkan. Kalau bisa pulang lebih cepat dari biasanya, silakan ambil kesempatan tersebut, dan beristirahatlah sesuai caramu sendiri.

4. Beribadah

Bagaimana hubunganmu dengan Tuhan? Apa sudah lama tak bertegur sapa? Mungkin Tuhan sedang rindu mendengar celotehmu, jadi Ia buat kamu kena writer’s block. Coba pergunakan kesempatan ini untuk beribadah dan jelaskan kegundahanmu pada-Nya, siapatau ampuh dan bekerja.

5. Menggerakkan Tubuh

Berjam-jam didepan layar monitor dengan posisi duduk 90 derajat membuat pegal tulang punggung, otot mata, dan saraf tangan. Mari sejenak sisihkan waktu untuk bergerak, boleh dimulai dengan goyang kaki, goyang tangan, goyang kepala, lalu goyang Shopee.

6. Endapkan Tulisanmu Sementara Waktu

Mungkin bukan kamu yang salah, tapi tulisanmu. Jadi, diemin aja dulu selama beberapa waktu, sampai tulisanmu mau minta maaf duluan. Eh, enggak. Coba kamu diemin aja naskahmu sampai kamu udah nggak merasa dalam kondisi writer’s block. Nanti baru kamu cek dan sunting ulang tulisanmu, dijamin tulisanmu mempunyai peluang untuk tampil lebih baik daripada sebelumnya.

7. Mandi

Ya, mandi. Basuh segala penatmu dengan campuran air dan formula sabun. Seriusan. Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa ketika kamu melakukan suatu kegiatan yang monoton (seperti mandi, berjalan, atau bersih-bersih), otakmu akan berjalan otomatis, membiarkan alam bawah sadarmu bebas berkeliaran tanpa batasan yang digerakkan oleh logika. Saat kita mengambil jeda dari mengerjakan sesuatu yang bermasalah, kita mengubah apa yang kita lakukan dan apa yang seharusnya kita lakukan, melalui hal tersebut, kita dapat mengaktifkan area berbeda di otak kita. Jika jawabannya tidak ada di bagian otak yang kita gunakan, mungkin jawabannya ada di bagian yang lain.

So, buat kamu yang pernah atau sedang merasakan writer’s block saat ini, jangan takut dan jangan gundah ya, ikuti saja langkah-langkah diatas ya!

Referensi :

https://blog.reedsy.com/writers-block/

Baca Juga : Rajin Menulis Diary, Bisakah Jadi Penulis?


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF